Selasa, 08 November 2011

Hadits Tentang Niat

Disampaikan oleh : Drs.Rebo,M.Ag
1. عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِي حَفْصٍ عُمَرَبْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَّ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ إِنَّمَا اْ لأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِىءٍ مَانَوَى فَمَنْ كَانَتْ مِجْرَتُهُ إِلى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ اِلى اللهِ وَرَسُوْلِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوِامْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ اِلى مَاهَا جَرَإِلَيْهِ (رواه البخارى ومسلم)
Dari Amirul mukminin Abu Hafshin Umar bin Khaththab r.a. beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda : Segala amal itu tergantung niatnya dan setiap orang mendapat apa yang ia niatkan atasnya, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya dan Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak ia nikmati atau karena wanita yang hendak ia nikahi maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya. (HR. Bukhori dan Muslim)

2. مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَرَابِحٌ وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُوْنٌ وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُوْنٌ (رواه الطبرانى)
Barangsiapa yang hari ini kualitas iman dan taqwanya lebih baik daripada hari kemarin, Dialah orang yang beruntung dan Barangsiapa yang hari ini kualitas iman dan taqwanya sama dengan hari kemarin, Dialah orang yang merugi dan Barangsiapa yang hari ini kualitas iman dan taqwanya lebih jelek daripada hari kemarin, Dialah orang yang celaka (HR. Thabrani)

3. عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ فََقَالَ لَهُ نَاتِلُ اَهْلِ الشَّامِ : أَيُّهَا الشَّيْخُ حَدِّثْنَا حَدِيْثًا سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ سَمِعْتُ رَسُوْ لَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : إِنَّ اَوَّلَ النَّاسِ يُقْض يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلُ إِسْتُشْهِدَ فَاءُ تِيَ بِهِ فَعرَّ فَهُ نِعَمَهُ فَعَرَ فَهَا قَالَ : فَمَا عَمِلَتْ فِيْهَا؟ قَالَ : قَاتَلْتُ فِيْكَ حَتَّى إِسْتُشْهِدْ تُ قَالَ كَذَبْتَ وَلْكِنَّكَ قَاتَلْتَ ِلأَنْ يُقَالَ جِرِىءٌ فَقَدْ قِيْلَ : ثُمَّ أُمِرَبِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِىَ فِى النَّارِ وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ فَأُتِىَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَ فَهَا قَالَ فَمَا عَمِلَتْ فِيْهَا؟ قَالَ تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمَتُهُ وَقَرَأْتُ فِيْكَ الْقُرْآنَ قَالَ كَذَبْتَ وَلكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ عَالِمٌ وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِىءٌ فَقَدْ قِيْلَ تُمَّ أُمِرَبِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِىَ فِى النَّارِ, وَرَجُلٌ رَسَّعَ اللهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ فَأُتِىَ بِهِ فَعَرَّ فَهُ نِعَمَهُ فَعَرَ فَهَا قَالَ : فَمَا عَمِلَتْ فِيْهَا؟ قَالَ مَاتَرَكْتُ مِنْ سَبِيْلٍ تُحِبُّ اَنْ يُنْفَقَ فِيْهَاإِلاَّ اَنْفَقْتُ فِيْهَا لَكَ قَالَ : كَذَبْتَ وَلكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ, فَقَدْ فِيْلَ تُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِىَ فِى النَّارِ (رواه مسلم)
Bersumber dari Abu Hurairah dia berkata : “Aku pernah mendengar Rasulullah Saw. bersabda : Sesungguhnya manusia pertama yang akan diputusi pada hari kiamat kelak adalah : Seorang lelaki yang mati syahid, dia lalu dihadapkan kepada Allah dan ditanya : Apa yang telah kamu lakukan di dunia? lelaki itu menjawab : “Aku berperang demi Engkau sampai aku mati syahid.” Allah berfirman : “Kamu berdusta, melainkan kamu berperang supaya dikatakan sebagai seorang pemberani”, lalu Allah memerintahkan supaya orang itu dihisab dihadapan-Nya sebelum akhirnya dia dilemparkan ke neraka. Giliran lelaki yang belajar Al-Qur’an kemudian mengajarkannya kepada orang lain. Dia dihadapkan kepada Allah dan ditanya : Apa yang kamu lakukan di dunia? lelaki itu menjawab : “Aku belajar ilmu lalu aku mengajarkannya kepada orang lain, disamping itu aku juga rajin membaca Al-Qur’an demi Engkau”. Allah berfirman, “ Kamu berdusta, kamu mempelajari ilmu adalah supaya kamu disebut sebagai orang alim dan kamu membaca Al-Qur’an juga supaya disebut sebagai qori”. Allah lalu memerintahkan supaya orang itu dihisab dihadapan-Nya sebelum akhirnya dia dilemparkan kedalam neraka”. Kemudian yang ketiga adalah giliran orang yang oleh Allah dikaruniai berbagai macam harta benda. Dia dihadapkan kepada Allah dan ditanya : “Apa yang telah kamu kerjakan di dunia? dia menjawab : “aku selalu menafkahkan hartaku untuk jalan yang Engkau sukai. “Allah berfirman : kamu berdusta, kamu lakukan itu adalah supaya kamu disebut sebagai orang yang dermawan,” Allah lalu memerintahkan untuk menghisab orang tersebut dihadapan-Nya, sebelum kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka (HR. Muslim)

4. قَالَ عَلِيُّ بْنُ اَبِى طَالِبٍ رَضِيَّ اللهُ عَنْهُ لاَ يَزَالُ الدِّيْنُ وَالدُّنْيَا قَائِيْمَيْنِ مَادَا مَتْ اَرْبَعَةٌ أَشْيَاءَ : مَادَامَ اْلأَغْنِيَاءُ لاَ يَبْخَلُوْنَ بِمَا خُوِّ لُوْا, مَادَامَ الْعُلَمَآءُ يَعْمَلُوْنَ بِمَا عَلِمُوْا, وَمَادَامَ الْجَهْلاَءُ لاَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَمَّالاَ يَعْلَمُوْنَ, وَمَادَامَ الْفُقَرَاءُ لاَيَبْعُوْنَ أَخِرَتَهُمْ بِدُنْيَاهُمْ
Berkata Ali bin Abi Tholib r.a. Ada 4 hal yang menjadikan baik agama dan dunia.
1. Selama orang yang kaya tidak mempunyai sifat bakhil.
2. Slama orang yang berilmu mau mengamalkan ilmu/pengetahuannya (Q.S. 35 : 28)
3. Selama orang yang bodoh tidak sombong dalam hal yang tidak diketahui.
4. Selama orang fakir/miskin tidak menjual atau mentaruhkan akherat mereka dengan dunia mereka.

5. لاَيَزَالُ الْعَبْدُيَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ فَتَنْكُتُ فِى قَلْبِه نُكْتَةٌ سَوْدَاءٌ حَتَّى يَسْوَدَّ قَلْبُهُ فَيُكْتَبُ عِنْدَ اللهِ مِنَ الْكَاذِبِيْنَ (رواه الملك)
Tidaklah seorang hamba terus berdusta dan membiasakannya, melainkan akan diberi titik hitam dihatinya sampai hatinya menghitam dan ditulis di sisi Allah termasuk golongan para pendusta. (HR. Malik). (Q.S. Al-Mukmin : 28, Q.S. Al-Maidah : 10)

6. اِنَّ لِلشَّيْطَانِ لَمَّةًَ بِاءِبْنِ ادَمَ لِلْمَلَكِ لَمَّةً فَأَمَّالَمَّةُ الشَّيْطَانِ فَاءِيْعَادٌ بِالشَّرِّ وَتَكْذِيْبٌ بِالْحَقِّ, وَاَمَّالَمَّةُ الْمَلَكِ فَاءِيْعَادٌ بِالْخَيْرِ وَتَصْدِيْقٌ بِالْحَقِّ, فَمَنْ وَجَدَ ذلِكَ فَلْيَعْلَمْ أَنَّهُ مِنَ اللهِ فَلْيَحْمَدِ اللهِ عَلَى ذلِكَ, وَمَنْ وَجَدَاْلأَخَرَ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللهِ
Sesungguhnya syaithan itu dapat memberi inspirasi terhadap ibnu Adam, dan malaikatpun demikian pula, inspirasi syaithan itu tandanya ialah selalu mengajak kepada kejahatan dan selalu menolak kebenaran. Adapun inspirasi malaikat selalu megajak pada kebaikan dan membenarkan kebenaran itu, Barangsiapa mendapatkan yang terakhir ini, maka ketahuilah bahwa hal tersebut datang dari Allah SWT. dan hendaknya ia segera memuji Allah SWT atas hal itu, dan Barangsiapa menjumpai lainnya hendaknya ia segera meminta perlindungan kepada Allah SWT. dari godaan syaithan. (HR. Tirmidzi)

Kemudian Rasulullah Saw. membaca sebuah ayat Q.S. Al-Baqarah:268.
7. أَلشَّيْطَانُ يَعِدُ كُمُ الْفَقْرَوَيَأْ مُرُ كُمْ بِالْفَحْسَآءِ. ..
Syaithan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir). . . .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar